Rabu, 18 Oktober 2017

BUKU SYEKH YUSUF DAN WAHDATUL WUJUD: SUNTINGAN TEKS ATAS KITAB QURRATUL AIN

Dikatakan bahwa yang  diserang oleh Syekh Yusuf dalam naskah ini adalah beberapa pemahaman yang keliru mengenai tasawuf.

Pertama, anggapan bahwa Syari'ah tidak penting bagi ahli tasawuf, karena tujuan mereka adalah Hakekat. Keduanya penting dan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan. Kesalahan ini terjadi karena mereka tidak memikirkan keyakinan mereka dengan baik.

Kedua, paham ekstrim mengenai khauf dan rajâ’ serta  tanzîh dan tasybîh . Orang semestinya mengambil jalan tengah di antara ke dua ekstrimitas ini, karena ekstrimitas hanya akan  membawanya kepada kesalahan. Mengambil jalan tengah atau menggabungkan keduanya ini tidak mudah dijalankan oleh pemula dalam dunia tasawuh. Ia memerlukan bimbingan dari guru yang sudah benar-benar dapat menggabungkan ajaran lahir (syari’at) dan amalan batin (hakekat). 

Ketiga, paham yang keliru tentang wachdatul wujûd. Memang naskah ini sendiri menyatakan kesalahan orang yang menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Dengan prinsip logika al-‘aks al-mustawî, pendapat ini berarti bahwa Tuhan  pun lalu mesti dipahami sebagai manusia, jika pernyataan di atas dianggap benar. Menjadi persoalan apakah ini berarti bahwa ia menolak sepenuhnya paham wachdat al-wujûd atau ia hanya menolak yang menyimpang saja dari aspek-aspeknya. Dengan membaca teks lain yang dinisbahkan juga kepadanya, kelihatannya ia hanya menolak pemahaman-pemahaman yang keliru mengenai paham ini. Bagian yang membahayakan keimananlah, baik yang berupa pemahaman langsung atas paham ini maupun akibatnya bagi umat Islam, kelihatannya yang ditolaknya.

0 komentar:

Posting Komentar